Jumat, 29 Agustus 2014

Agar Maksimal, S0sialisasi PHBS Hendaknya Dilakukan Secara Lisan

Jakarta, Pembangunan kesehatan di daerah tertinggal sangat erat kaitannya dengan sanitasi dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Untuk memaksimalkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, ‎sebaiknya sosialisasi dilakukan secara lisan.

‎dr Hanibal Hamidi, MKes, Asisten Deputi Urusan Sumber Daya Kesehatan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal mengatakan bahwa budaya masyarakat, khususnya di daerah tertinggal masih lekat dengan budaya lisan. Sehingga sosialisasi soal PHBS tidak akan efektif jika hanya diberikan lewat tulisan, buku, poster atau pengumuman.

"Kultur budaya di daerah tertinggal kan masih menggunakan lisan. Jadi sosialisasi tulisan tidak akan efektif. Jadi baiknya itu masyarakatnya diedukasi bukan dengan memberi buku, tapi diajarkan satu per satu, didatangi, diberi contoh, begini PHBS yang baik. Mandi, mencuci, buang air jangan di sungai," tutur dr Hanibal pada acara jumpa pers Jambore Perdesaan Sehat 2014 di merDesa Koffie, Jl Veteran I, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2014).

Dikatakan dr Hanibal, beberapa daerah tertinggal di daerah kepulauan Maluku dan Sulawesi masih menganggap bahwa mandi, mencuci dan buang air harus dilakukan di pantai karena merupakan budaya lokal turun temurun. Masyarakat kepulauan yang hampir semuanya berprofesi sebagai nelayan menganggap bahwa laut adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Untuk dr Hanibal mengatakan bahwa pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam peningkatan standar kesehatan melalui sanitasi tersebut. Caranya dengan mendekati warga satu per satu, dan dilanjutkan dengan pimpinan adat atau kepala kampung.

"Jadi misalnya masyarakat masih buang air atau mandi sembarangan, di pantai atau di sungai, bukan kebudayaan masyarakatnya yang salah. Tapi pemerintahnya yang salah, dalam artian pelaksanaan sosialisasinya yang kurang baik," sambungnya lagi.

Untuk itu Kementerian PDT melalui program perdesaan sehat akan melakukan Jambore Perdesaan Sehat yang akan dilaksanakan November mendatang. Selain duduk bersama dengan kementerian lain yang terkait, Jambore ini juga akan mengundang Pemerintah Daerah untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi serta bagaimana solusi pemecahan masalah tersebut.

Nantinya Jambore ini akan menghasilkan simposium nasional yang berbentuk Strategi Nasional dan Strategi Daerah. Strategi Nasional akan mencakup keseluruhan langkah yang akan dilakukan pemerintah pusat untuk membantu pembangunan daerah tertinggal. Sementara Strategi daerah akan membuat rancangan langkah-langkah yang dapat dilakukan daerah, sesuai keadaan wilayah serta kontur geografis wilayah tersebut.

"Kan setiap daerah berbeda masalahnya. Di Sumatera dengan Jawa berbeda. Apalagi di daerah timur. Makanya akan dibentuk Strada, yang masing-masing diusulkan Pemda dan dibahas di Jambore ini," sambungnya lagi.

(up/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini


http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656082/s/3df7baab/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A80C290C1938180C26765630C7630Cagar0Emaksimal0Esosialisasi0Ephbs0Ehendaknya0Edilakukan0Esecara0Elisan/story01.htm
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger